OH BEGINI THO SEJARAH ASAL USUL KASET TAPE
donny
January 04, 2019
Compact Cassette, yang biasa disebut kaset, pita kaset, atau tape adalah tempat penyimpan information yang biasanya berwujud lagu.Berasal dari bhs Perancis, yakni cassette yang berarti "kotak kecil".
Kaset berwujud pita magnetik yang mampu merekam information bersama dengan format suara.
Dari th. 1970 sampai 1990-an, kaset merupakan keliru satu format tempat yang paling lazim digunakan didalam industri musik.
Kaset terdiri dari kumparan-kumparan kecil.
Kumparan-kumparan dan bagian-bagian lainnya ini terbungkus didalam bungkus plastik berwujud kotak kecil berwujud persegi panjang.
Di dalamnya terdapat sepasang roda putaran untuk pita magnet.
Pita ini akan berputar dan menggulung dikala kaset dimainkan atau merekam.
Ketika pita bergerak ke keliru satu arah dan yang lainnya bergerak ke arah yang lain.
Hal ini membawa dampak kaset mampu dimainkan atau merekam di ke-2 sisinya.
Contohnya, side A dan side B.
Sejarah dan Asal Usulnya
Kaset pertama kali diperkenalkan oleh Phillips pada th. 1963 di Eropa dan th. 1964 di Amerika Serikat, bersama dengan nama Compact Cassette.
Kemudian kaset semakin terkenal di industri musik selama th. 1970-an dan perlahan-lahan menggeser piringan hitam.
Produksi besar kaset di mulai pada th. 1964 di Hanover, Jerman.
Pada awalnya, mutu nada pada kaset ini tidak benar-benar bagus untuk musik.
Bahkan sebagian type awal tidak miliki konsep mesin yang baik.
Pada th. 1971, The Advant Corporation memperkenalkan type terbarunya, Model 201, yang menggabungkan Dolby type B pengurang gangguan (noise) bersama dengan pita kromium dioksida.
Oleh gara-gara itulah kaset jadi mampu digunakan didalam industri musik secara serius, dan dimulailah masa kaset berketepatan tinggi.
Selama th. 1980-an, popularitas kaset tumbuh semakin pesat gara-gara kehadiran rekorder poket portabel pemutarnya layaknya Sony’s Walkman.
Seperti radio yang sediakan musik pada 1960-an, pemutar CD portable pada 1990-an, dan MP3 player pada 2000-an,
kaset memegang peran besar didalam dunia musik pada 1980-an dan 1990-an,
bahkan di masa saat ini (setelah 2000-an), kaset masih menjadi keliru satu alternatif tempat musik.
Lepas dari aspek tekniknya, keberadaan kaset juga berdampak pada perubahan sosial.
Keawetan kaset serta kemudahannya untuk dikopi berperan di balik berkembangnya musik punk dan rock.
Kaset seakan-akan menjadi pijakan bagi generasi muda di kebudayaan barat.
Untuk alasan yang serupa pula kaset berkembang pesat di negara-negara berkembang.
Pada th. 1970-an, kaset diakui membawa dampak tidak baik sekularisme di kalangan masyarakat religius India.
Teknologi kaset menciptakan pasar yang membludak bagi musik pop di India, menimbulkan kritik dari kaum konservatif dan di kala yang serupa menciptakan pasar besar yang melegitimasi perusahaan-perusahaan rekaman dan pembajakan kaset.
Tipe - Tipe KAset
Goresan-goresan yang terdapat pada permukaan kaset menjadi indikasi type kaset.
Kaset yang paling tinggi, cuma miliki goresan lindungan tulisan merupakan kaset type I.
Berikutnya, bersama dengan goresan tambahan untuk goresan lindungan tulisan merupakan type II.
Sedangkan dua type kaset seterusnya merupakan perpaduan antara kaset type II bersama dengan sepasang tambahan di tengah-tengah kaset merupakan type IV.
Materi
Materi magnet original pada kaset adalah gamma ferik oksida (Fe2O3).
Pada 1970, Perusahaan 3M udah mengembangkan kobalt yang dikombinasikan bersama dengan lapisan ganda untuk meningkatkan level output pita kaset secara keseluruhan.
Produk ini dipasarkan bersama dengan label “High Energy” di bawah brand Scotch.
Di kala yang sama, BASF memperkenalkan kromium dioksida (CrO2) yang pelapisannya gunakan magnetit (Fe3O4).
Pada th. 1974, TDK memperkenalkan [[avylin]] yang terbukti benar-benar sukses.
Pada th. 1979, akhirnya 3M memperkenalkan partikel metal murni yang dinamakan metafine.
Sedangkan kaset-kaset yang saat ini lazim dijual terdiri dari ferik oksida dan kobalt yang dicampur dan diproses, gara-gara benar-benar jarang ada kaset yang dijual yang gunakan CrO2 murni sebagai lapisannya.
Diambil dari WIkipedia Indonesia.
No comments :
Post a Comment
Leave A Comment...